Thanks GOD'...I found u as my friend.... Indahnya Persahabatan Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya ...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya ...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya
Anjat : Salah satu jenis kerajinan tangan asli suku Dayak, terbuat dari rotan yang telah diraut kemudian dianyam membentuk sebuah tas.
Awaat : Bantu, tolong.
Awir : Kain yang digantungkan dan biasanya difungsikan sebagai tempat berpegangan untuk orang yang sakit dan tidak mampu bangun dari tempat tidurnya. Namun, dalam upacara beliatn, kain ini dinamakan rentilui dan berfungsi sebagai jalan untuk pemeliatn menuju khayangan.
Ayau : Orang yang biasa mencari kepala manusia pada zaman dahulu di suku Dayak Benuaq.
Bala : Ayau, malapetaka.
Labels: Budaya tradisional
Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat terumbu karang pada kedalaman 8 meter. Tiba -tiba ia melihat seseorang berada disampingnya. Ia terkejut karena orang tersebut nggak memakai peralatan selam.
Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter. Ia terkejut melihat orang yang tadi disebelahnya menyusulnya.
Penyelam turun lagi, sampe 25 meter...cing eh..orang yang tadi turut ngikutin sampe di 25 meter. penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut sambil memberikan white board dengan pensil 2 B -nya dengan tulisan:
"Hebat bener kamu...gimana caranya sampe ke kedalaman begini tanpa memakai alat selam?"
Orang itu mengambil white boardnya dan menulis: "Gua tenggelam, Goblok!"
Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter. Ia terkejut melihat orang yang tadi disebelahnya menyusulnya.
Penyelam turun lagi, sampe 25 meter...cing eh..orang yang tadi turut ngikutin sampe di 25 meter. penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut sambil memberikan white board dengan pensil 2 B -nya dengan tulisan:
"Hebat bener kamu...gimana caranya sampe ke kedalaman begini tanpa memakai alat selam?"
Orang itu mengambil white boardnya dan menulis: "Gua tenggelam, Goblok!"
Polisi : Gimana kejadiannya, kamu menabrak 50 orang dalam suatu kecelakaan mobil!?
Rugaat : Waktu ngendarain mobil, kecepatannya 95 km/jam. Waktu di pertigaan, baru nyadar kalo remnya blong, dibelokan kiri ada dua orang pria, sedangkan dikanan ada pesta ulang taun manula. Kalo bapak milih yang mana?
Polisi : Mendingan ke kiri, korbannya bakalan lebih sedikit.
Rugaat : Iya, saya juga mikir gitu pak!
Polisi : Tapi kenapa orang yang sedang ngerayain ultah kena juga?
Rugaat : Nah, masalahnya kan tadi saya milih nabrak dua orang pria yang dikiri. Eh, yang ketabrak cuman seorang, seorang lagi lari ke pesta ultah yang ada dikanan, ya udah..saya kejar sampe ke pesta ultah pak!
Polisi :Huuuuhhhh Dasarrrrr Somplaxxxx!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!
Rugaat : Waktu ngendarain mobil, kecepatannya 95 km/jam. Waktu di pertigaan, baru nyadar kalo remnya blong, dibelokan kiri ada dua orang pria, sedangkan dikanan ada pesta ulang taun manula. Kalo bapak milih yang mana?
Polisi : Mendingan ke kiri, korbannya bakalan lebih sedikit.
Rugaat : Iya, saya juga mikir gitu pak!
Polisi : Tapi kenapa orang yang sedang ngerayain ultah kena juga?
Rugaat : Nah, masalahnya kan tadi saya milih nabrak dua orang pria yang dikiri. Eh, yang ketabrak cuman seorang, seorang lagi lari ke pesta ultah yang ada dikanan, ya udah..saya kejar sampe ke pesta ultah pak!
Polisi :Huuuuhhhh Dasarrrrr Somplaxxxx!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!
No.
|
Nama Patung
|
Ciri Patung
|
Bahan Pembuatan
|
Makna
|
Fungsi
|
1.
|
Mate Ore
|
Warnanya putih, panjangnya + 10 cm, bagian kepala hanya dibuat
seadanya dan tidak detail.
|
Tepung tawar, tepung beras.
|
Melambangkan tubuh manusia yang tidak berdaya.
|
Menggantikan tubuh pasien yang sakit.
|
2.
|
Sepatukng Belimay
|
Bagian bibir diberi warna merah, mengenakan baju dan ulaap, lebih mirip perempuan.
|
Terbuat dari kayu draya.
|
Melambangkan salah satu roh jahat bernama Belimay (salah satu jenis hantu Banci).
|
Menenangkan roh jahat (Belimay), menjadi tubuh dari roh jahat tersebut sehingga tidak
mengganggu tubuh manusia.
|
3.
|
Sepatukng pegah
|
Ukurannya sebesar betis orang dewasa, bagian kepalanya adalah bagian
pangkal pisang (bagian akar) dibuat mata dan mulut, tidak memiliki tangan dan
kaki.
|
Batang pisang.
|
·
Melambangkan
tubuh pasien (orang yang dibeliatn).
·
Melambangkan
roh halus yang tidak diketahui namanya.
·
Patung
yang dibanting.
|
·
Menjadi
pengganti tubuh pasien yang akan ditukar dengan hewan yang akan dikurbankan.
·
Menghilangkan
“kecemburuan” dari roh halus yang mungkin tidak diketahui sehingga dia tidak
mengganggu manusia.
|
4.
|
Sepatukng Nyahuq/Ternaak/
Poteek
|
Ukurannya sebesar ibu jari kaki orang dewasa dengan panjang +
25cm, bagian tangannya hanya diraut sedangkan bagian lainnya hanya dibuat
dengan sekali Poteek (sekali
tebasan dengan parang).
|
Kayu sembarang, kayu apa saja boleh.
|
·
Melambangkan
salah satu roh bernama Nyahuq.
·
Patung
yang dibuat hanya dengan dipoteek.
|
Menggantikan tubuh manusia sehingga kesialan
yang disebabkan oleh roh yang bernama Nyahuq
tidak dialami manusia melainkan pindah ke patung tersebut.
|
5.
|
Sepatukng Tuajaaq
|
Kepalanya runcing, mengenakan cawat
dan laukng, lebih mirip laki-laki, panjangnya + 30 cm dengan diameter + 4 cm.
|
Kayu draya.
|
Melambangkan salah satu roh jahat yang bernama Tuajaaq.
|
Menggantikan tubuh manusia sehingga penyakit
yang disebabkan roh jahat yang bernama Tuajaaq
dikembalikan kepada roh jahat tersebut.
|
6.
|
Sepatukng Bengkanaaq
|
Patung memegang kelebeet di
tangan kiri dan parang di tangan kanannya, ukuran panjangnya + 30 cm
dengan diameter + 4 cm.
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan roh jahat yang bernama Bengkanaaq.
|
Menggantikan tubuh manusia sehingga penyakit
yang disebabkan roh jahat yang bernama Bengkanaaq
dikembalikan kepada roh jahat tersebut.
|
7.
|
Sepatukng Touq Tawaai
|
Ukurannya + sebesar ibu jari tangan orang dewasa dengan panjang +
5 cm, tidak memiliki tangan dan kaki, bagian kepala hanya dibuat mata dan
mulut saja, warnanya hijau (karena bahan pembuatannya).
|
Touq tawaai.
|
Melambangkan kesembuhan dan pembersihan diri dari
kemalangan.
|
Dalam upacara beliatn sentiyu Sepatukng Touq Tawaai berfungsi untuk tempat dari
kesialan manusia dan segala sakit penyakit (kesialan dan sakit penyakit
manusia dipindahkan ke dalam patung).
|
8.
|
Sepatukng Tujaakng
|
Panjangnya + 30 cm dengan diameter + 4 cm, bentuknya hampir
sama dengan Sepatukng Tuajaaq tetapi
Sepatukng Tujaakng kepalanya rata
tidak diruncingkan.
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan roh yang bernama Tujaakng.
|
Fungsi Sepatukng
Tujaakng sebagai sampan raja banci.
Menjadi “kendaraan” raja banci.
|
9.
|
Sepatukng Juti
|
Bagian wajah sedikit cekung, ukurannya hampir sama dengan Sepatukng Tujaakng, panjangnya +
30 cm dengan diameter + 4 cm.
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan tubuh pasien yang sakit.
|
Menangkap Juus
manusia yang terlepas dan mengembalikan kepada tubuhnya.
|
10.
|
Sepatukng Banci
|
Mirip dengan wanita, memiliki payudara, bagian kepala dibuat lebih detail
(seolah memiliki rambut), panjangnya + 25 cm dengan diameter +
8 cm.
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan roh jahat yang bernama Banci.
|
Menggantikan tubuh manusia sehingga penyakit
yang disebabkan roh jahat yang bernama Banci
dikembalikan kepada roh jahat tersebut.
|
11.
|
Sepatukng Timaang
|
Mirip dengan macan dahan, namun ukurannya jauh lebih kecil, diberi corak
warna merah dan hitam, panjangnya hanya sekitar 15 cm.
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan roh yang bernama Timaang.
|
Menjadi tubuh Timaang sehingga tidak mengganggu tubuh manusia, selain itu
penyakit yang disebabkan roh yang bernama Timaang
dikembalikan kepada roh tersebut.
|
12.
|
Sepatukng Pepuluq
|
Mirip dengan burung, ada yang hanya dibuat pipih namun adapula yang
dibuat sangat mirip dengan burung. Ukurannya ada yang 5 cm hingga 10 cm.
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan tubuh manusia.
|
“Menipu” roh jahat agar tidak mengganggu tubuh
manusia yang asli.
|
13.
|
Sepatukng Boruk
|
Mirip dengan monyet (Boruk).
|
Kayu lelutukng.
|
Melambangkan sifat buruk.
|
Sebagai tempat untuk memindahkan penyakit/sifat
buruk manusia.
|
Labels: Budaya tradisional
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Subscribe to:
Komentar (Atom)


