Belakangan ini hampir di semua media baik itu media elektronik maupun cetak membahas masalah e-KTP. Berbagai macam pandangan muncul mengenai e-KTP, mulai dari kritik terhadap anggaran yang digunakan, peluang korupsi dalam mega proyek tersebut,hingga kesiapan pemerintah dalam menyelenggarakan proyek itu sendiri.
Proyek tersebut lebih banyak menuai kritik dibandingkan pujian. Tidak ada persiapan dan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah sebelum mengadakan proyek tersebut. Proyek e-KTP memerlukan sarana dan prasarana seperti sinyal dan listrik yang cukup besar. Sementara itu, kita tahu sinyal dan listrik belum bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Otomatis, proyek ini akan berjalan sangat lambat bahkan tidak menutup kemungkinan akan gagal.
Sebuah fenomena yang “unik”, ditengah kemiskinan masyarakat Indonesia, pemerintah lebih mengutamakan hal yang “tidak begitu penting” dengan membuat proyek senilai Rp 5,8 triliun untuk membuat Kartu Tanda Penduduk dengan sistem elektronik. Bukankah selama ini masyarakat sudah memiliki KTP Nasional? Seandainya dana tersebut digunakan untuk dana pendidikan atau menjadi subsidi pangan kemungkinan besar tidak akan menimbulkan protes dan kritik yang berkepanjangan.
Menjadi pertanyaan besar, dengan adanya e-KTP, KTP Nasional yang digunakan selama ini untuk apa???Labels: Umum
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar